10 February 2013

Warung Nasi dan Ayam di Bandung

MENJAJAL jalan Ibu Kota Jawa Barat, Bandung, masih kurang jika Anda tidak mencicipi kulinernya. Beberapa kuliner legendaris bisa menjadi pilihan untuk mengenyangkan perut Anda setelah melancong seharian.

Berikut ragam kuliner asyik Kota Bandung yang sayang bila dilewatkan, seperti diulas Kelanarasa Culinary Solutions:

Warung Nasi Ibu Eha
Jl. Cihapit, di Dalam Pasar Cihapit

Warung nasi  ini terbilang legendaris karena telah ada sejak 1940-an. Sang pemilik, Ibu Eha, merupakan anak dari pemilik terdahulunya dan mengubah nama warung ini menjadi namanya sejak 1960-an.

Meskipun usianya kini 70 tahun, dia masih energik menjajakan makanan khas Sunda dan beberapa menu Nusantara. Meskipun lokasinya berada di dalam pasar, warung ini cukup bersih dan rapi. Tak sedikit pelanggannya menggunakan mobil-mobil mentereng, baik makan di tempat ataupun diborong untuk makan di rumah.

Menu yang tersaji, di antaranya cumi masak tinta, perkedel kentang yang sangat nikmat apalagi jika dimakan saat masih panas, pesmol ikan, aneka pepes, telur ikan, rendang ala Sunda, soto bandung, sayur pare, daun singkong, dan masih banyak lagi. Seperti warung Sunda lainnya, sambal dadak dan lalapan segar selalu menjadi pendamping makanan utama.

Nasi Timbel Jalan Mangga
Jl. Mangga, samping Masjid Miftahul Hidayah

Nasi timbel memang menjadi kebanggaan Jawa Barat, khususnya di daerah Priangan/Pasundan. Nasi pulen wangi dibungkus daun pisang agar aroma nasi semakin khas. Menu ini disandingkan dengan aneka lauk pauk, seperti ayam goreng, aneka pepes, dan tak lupa aneka lalapan, sambal, dan sayur asem.

Di Jalan Mangga, nasi timbel yang dijajakan ditemani lauk beraneka ragam. Pelanggan tinggal memilih lauk mana saja sesuai selera. Walaupun tempatnya sangat sederhana, suasananya cukup rindang dan nyaman.

Ayam Bakar Ibu Imas
Jl. Balong Gede No. 38

Warung ini menyajikan aneka sajian khas Bumi Pasundan, mulai aneka pepes, gorengan, sampai yang paling terkenal adalah ayam bakarnya. Warung ini terbilang tidak pernah sepi, hampir setiap jam pegawai Ibu Imas terlihat membakar ayam yang sudah direndam dengan bumbu-bumbu, baik potongan maupun berupa ingkung atau ayam utuh.

Selain ayam bakar, yang mantap di sini adalah sambalnya, sungguh berbanding lurus antara nikmat dan pedasnya, betul-betul membuat lidah terbakar. Sambal dadak, sambal leunca, maupun sambal terasi bisa Anda nikmati di sini. Khusus di jam makan siang, Anda bisa menikmati sambal saruwang alias sambal daun kemangi yang sengaja dibuat segar sehingga semakin menambah nafsu makan.

Ayam Goreng Sawios
Jl. Sawios Terusan Jakarta, Kiara Condong

Warung Ayam Goreng Sawios sangat terkenal di Bandung dengan menu yang dijual berupa aneka masakan Pasundan. Warung nasi ala Sunda ini terkenal dengan ayam gorengnya yang bermandikan serundeng gurih, ayamnya bisa digoreng secara dadak, sungguh nikmat ditemani sepiring nasi yang masih mengepul, sambal dadak, dan lalap. Selain ayam goreng, Anda perlu mencoba menu lainnya, seperti ikan pesmol, tuna bungkus dadar, tumis jamur, serta oncom goreng.

Tadinya, warung ini berlokasi di Jalan Aceh, pas di gang sebelah BMC (Bandoeng Milksche Center), sekarang berlokasi di daerah Antapani. Yang menarik dari warung ini, yaitu kata "sawios" yang sesekali dilontarkan oleh ibu pemilik warung ini, seperti '"awios neng, sawios sep", yang berarti "tidak apa-apa" atau "biarkan saja".

Sumber: Okezone
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Lifestyle - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz